4.07.2011

nikmatnya tubuh eva

selasa siang di bulan maret aku
terpaksa berteduh di sebuah
dealer motor kecil di cibubur.
hanya ada seorang gadis spg-
nya. namanya eva umur 24 thn,
gadis sunda yg manis. yang aku suka dari dia adalah bibirnya
yang agak besar, seksi dan
manis.
hampir sejam ngobrol akhirnya
hujan berhenti dan aku pulang
sambil meminta kartu namanya. singkat cerita kami sering
berhubungan lewat telpon. aku
terus terang ttg statusku yg
sdh
beristri tapi tampaknya tidak
masalah buat dia, katanya banyak berteman banyak
berkahnya.
tapi aku memintanya utk
menghubungiku hanya siang
dng alasan takut istriku salah
sangka. hubungan kami terus makin
akrab walau hanya lewat
telpon.
ada perasaan romantis setiap
kali berbicara ditelpon dng eva.
eva enak diajak ngobrol apapun pasti nyambung. eva pun
tampaknya menikmati
perhatianku. walau tinggalnya
tidak terlalu
jauh, aku biasa mengiriminya
kartu pos yang isnya seringkali memuji suaranya, bibirnya atau
alisnya yang tebal atau yang
isinya berupa ucapan
terimakasih atas persahabatan
unik kami. melihat tanggapan eva yg
hangat, aku yg mulanya iseng
mulai berpikir kenapa aku tidak
jadikan dia selingkuhanku. tiga
bln setelah pertemuan
pertama, aku mengajaknya ketemuan.
kami janji bertemu di mall
cijantung. rabu sore aku duduk di mcD
menunggu eva, jam 17.45 gadis
itu muncul. blue jeans ketat
membentuk pinggul, pantat dan
pahanya. dan t-shirt ketat
bertulis merk motor jepang membungkus tubuhnya.
buahdadanya terlihat sedang.
padahal yang paling aku kagumi
dari
wanita adalah buah dada yang
besar menantang seperti rizki pritasari. tapi it’ s oke mumpung eva menyukaiku. kami ngobrol dan seperti
pertemuan pertama gadis ini
mmg memikat saat sedang
“ribut”. sepanjang pertemuan itu eva
tidak menolak sewaktu
kupegang tangannya,
menyentuh kakinya.
dia bahkan melap mulutku yang
katanya belepotan saos. mendapat angin aku makin
yakin kalau ia mmg menyukaiku.
aku mengantarnya pulang
kekontrakannya di cibubur juga
(ortunya tinggal di
cengkareng). eva memintaku singgah
sebentar.kuterima ajakannya. rumahnya kecil ruangnya ada
tiga seperti umumya kontrakan
di jkt.
suasana romantis yang sdh
tercipta sejak di mall cijantung
tadi membuat udara di ruang tamu
menyesakkan dadaku. situasi
rumah memancing kelakianku.
aku harus mengakhiri
pertemuan ini dng kesan yang
dalam. mata eva menatapku berharap
aku memulai sesuatu. aku pura-pura mau kekamar
kecil. eva mengantarku
kedalam. ia berjalan didepanku.
sampai diruang tengah yg
adalah kamar tidurnya, kutarik
tangannya, tubuh kami berhadapan.
“kenapa mas?” aku tak menjawab
pertanyaannya, kutarik
tubuhnya, tdk ada perlawanan.
kucium bibirnya , kukulum
lembut, terasa aroma burger
dimulutnya. bibirnya yang seksi terasa
manis.
eva mulai membalas kulumanku,
lidahku menusuk menjelajahi
mulutnya. tubuhku terangsang pengakuan eva, ia belum
pernah bercinta, jadinya aku
merasa tertantang utk
membimbing dan
memberinya kepuasan yg tak
akan terlupa. lama kami berpagut, eva
menikmati pagutan panas kami.
aku merasakan tubuhnya
memanas. kulepas t-shirtnya, eva
menurut.
bh eva berwarna pink, seperti
yg kubayangkan susunya
sedang. agak menyembul
karena bh-nya yang agak ketat. kujilati
lehernya eva menggelinjang
kegelian. “EHHHH… GELI MAS…” pelukan
eva mengencang. ia mendesah-
desah lembut, “AAAHH… .. AAAHHHH… ..tubuhnya bergerak- gerak
erotis dlm pelukanku membuat
nafsuku terus bergerak naik. kulepas jeans-nya, eva pasrah
dia bahkan membantuku
melepas celananya. cd
berwarna hitam,
“hhhmmm… warna kusuka, seksi…” kubimbing tubuhnya ke kasur
yg terletak diujung ruangan,
(eva tdk punya ranjang)
kurebahkan tubuhnya. aku
tersenyum menatapnya. eva
membelai rambutku. “aku mencintaimu eva…” rayuku menciumi wajahnya
“eva juga mas… ” aku mulai bergerilya diatas
tubuhnya kujilati lagi lehernya,
bagian tubuh wanita yg paling
gampang membuat membuat
mereka kegelian. kutelusuri
dadanya menuju belahan susunya. tanganku
masuk kebalik bh-nya. kucubit
nakal putingnya, eva meringis,
mencubit pundakku.
kulepas bh-nya. sekarang
semua terpampang indah dihadapanku. kunikmati susu
itu, eva
mengelinjang keenakan.
darahku mendidih aku turun menjilati, menciumi
perutnya, kami terbawa suasan
panas. yg aku heran kok eva
membiarkan pintu rumahnya
terbuka dan tdk takut
ketahuan org lain. yang aku perhatikan ada
beberapa rumah lain dekat sini aku sampai di atas
selangkangannya. kutarik turun
pelan cd-nya tangan eva
berhenti
mremas-remas rambutku. dia
seperti menunggu sesuatu. pelan tapi pasti kulorotkan
sampai cd-nya terlepas.
kusergap selangkangannya dng
wajahku.
vaginanya kuoral. sedikit terpekik eva menjambak
rambutku. jambakan eva
membuatku bergairah.
kuisap, jilat bibir vagina dan
klitorisnya. lidahku menelusup
masuk keliangnya. eva menggelinjang, mengejang.
dan bergetar bergantian
desahannya berubah menjadi
erangan
cepat.
“EEENNNGGGHHHHH……… RRRRRR RGGGGGGHHHHHHHHH … . .. MASSSS…… .. OGGHHH… .” nafasku memburu, vagina eva
terasa gurih. tubuhku ikut
bergetar. nikmatnya vagina ini
rasanya lebih nikmat dari
vagina istriku yg mulai longgar
setelah melahirkan. dng sigap kubuka semua
pakaianku, sekarang akupun
telanjang bulat. kaki eva menjepit-jepit
kepalaku. gadis ini terangsang
hebat. tapi rasanya tidak adil
kalau
ia terbang sendiri.
kuputar tubuhku menjadi gaya 69. ******ku yg tegang
mengacung di wajahnya. eva
shock
sewaktu melihat ******ku, ia
terdiam, mungkin tdk tahu
harus melakukan apa. “pegang terus diremas sayang” ajarku.
agak lama baru eva mau
meremas-remas penisku. enak
ada sensasi nikmat
menyerangku. rasanya
lebih nikmat dr pada kuremas sendiri atau istriku yg
meremasnya.
pantatku bergoyang mengikuti
gerak jari-jari eva. lama-
kelamaan remasan eva makin
pintar dan lincah. ******ku menegang
terus dan terasa panas. kuteruskan oralku di
vaginanya, eva makin semangat
memaini batang kejantananku.
vaginanya
basah oleh liur dan lendir. aku sendiri tidak tahan lagi,
“isap sayang…” pintaku dng nada memelas. mungkin dlm
keadaan
fly, eva menurut saja,
dilahapnya ******ku.
pertama agak pelan ragu, tapi
kemudian eva jadi buas. aku sulit menggambarkan rasa
apa yg sedang menyerang
tubuhku. luarbiasa. kami
berpacu saling
memuaskan. gadis itu tdk perlu
diajar banyak utk menikmati anugerah seks ini. ******ku terasa penuh terasa
maniku mulai mengaliriku
batangku. sesaat gerakan eva
menggila
dan tangannya berhenti
meremas ******ku. dia akan orgasme. kuhentikan permainan binal
kami. kuputar tubuhku ke posisi
tradisional, eva tampaknya
keberatan.
wajahnya kelu nikmat. “jangan berhenti mas… .” suaranya berat. nafasnya tersenggal.
“kenapa sayang…?” enak ya..?” godaku
eva mengangguk malu sambil
menggigit dadaku.
aku tersentak, “jangan sayang nanti dilihat istriku”, tapi terlambat bekas merah
halus tergambar didadaku.
“kubalas kau..” kuisap belahan susunya, keras.. cupang merah
kini menghiasi susunya.
“kita harus bercinta sebelum cupangmu hilang” “kalo tidak ada bencana yg bakal menimpa
kita” kataku.
“Ngarang..” sambil agak menindih tubuhnya,
kubelai rambutnya.
“bolehkah perawanmu untukku sayang?” “mmgnya eva masih perawan skrg mas?” wajahnya agak heran.
“vaginamu dioral tdk berarti keperawananmu hilang” “tdk ada darah, yg ada hanya
lendirmu” eva memelukku, “aku suka pada mas sejak pertemuan
pertama dan tiga bulan ini telah
jatuh
cinta padamu mas”. “sekarang aku telanjang dihadapanmu, semua milikmu
mas” “aku sdh beristri” kataku “aku tidak cemburu padanya” jawabnya polos. inilah wanita, mereka memberi
seks agar mendapatkan cinta.
sedang pria memberi cinta utk
mendapatkan seks. kuciumi wajahnya, eva
membalas. birahi kami kembali
bangkit. kulit kami bergesekan
membawa
sensasi nokmat.
susunya hangat lembut dan kenyal menggosok dadaku.
“OOOOGGGGHHHHHHHHH… ..” aku mengerang nikmat
kami kembali tenggelam dlm
kemesuman. eva mengerang sewaktu jariku
menusuk vaginanya yg banjir.
kukocok tdk terlalu dalam, aku
tdk
ingin merobek selaputnya, biar
******ku yg merobeknya. “MAS… .. ENAKKKK… suaranya lirih. tubuh eva mmemanas, akupun
mendidih. kutuntun tangannya memegang
penisku. “bantu mas masuk ke vaginamu sayang..” eva meremas ******ku dan
mengarahkan ke vaginanya.
alat kelamin kami bersentuhan.
kepala batangku menyentuh
bibir vaginanya.
inilah pertamakali kami seutuhnya bersatu.
kudorong masuk ******ku
yang mengeras seperti batu.
mata eva terpajam sambil
menggigit bibirnya.
pelan… pelan… tertahan. vagina yg basah dan sdh terbuka itu
masih sempit utk di masuki kutarik keluar kemudian masuk,
terus berulang
“AAAGGGHH…’ AAAGGGHH” “AAAGGGGHHHH” eva berteriak tertahan setiap kali ******ku
mengocoknya. “SAKIT MAAASSS…” suaranya bercampur sakit dan enak
“MAS LEPAS” “JANGANNN…” tangannya menahan pantatku terus kukocok, pantatnya
bergerak maju mundur.
bercak darah segar menempel
di ******ku. akhirnya aku
mendapat keperawanannya. lewat 5 menit…” SLEEEPPP… .” penisku tertanam.
“OOOGGGHHHH… .”nikmatnya penisku tertanam, dinding nya
mengendut hangat, sebisa
mungkin
kutancapkan ******ku sampai
menyentuh dasar liangnya.
liang eva sempit tapi dalam, penisku yg panjangnya sedang
saja sekitar 15-16 cm
tenggelam
semua. tubuh eva mengejang bergetar,
ia menggigit lagi dadaku kali ini
agak dekat leher. tapi krn
sedang fly aku tidak peduli. setelah beberapa saat kami
meresapi setiap butir
kenikmatan. aku mulai
mengocok vaginanya. kami berburu dalam nafsu
birahi. aku seperti seorang joki
yang duduk diatas kuda.
sementara
eva menggelepar-gelepar
seperti ikan kehabisan air. kamar eva penuh dengan bau
mani, nafas yg memburudan
erangan. “PLAKK… CEEPLAK… CEPLAK. ..” suara air dan kulit bertepukan “OGGH… OGH..OGH.. hanya itu yg keluar dr mulutku berulang
ulang. pikiranku tersumbat
tubuhku melayang kesurga. eva tambah membuatku
bersemangat mencabulinya
dengan suaranya yang
merengek, mengerang
nikmat. berkali-kali ia
menceracau tak karuan. “HHOOOOOOGHHH…… ..MMMAAAAAS S… . EENNAAAKKK… . SAAA… KKKIITTT… “EEvVV… LLAAGGIII…… ..” “NNNNNNNGGGGGGGGHHHHHHH…… . .” setelah 10 menit yg rasanya
seperti sepuluh thn. tubuh eva
mengejang terdiam, suaranya
tersendat-sendat, “EGH… EGH… EGH…” eva memelukku erat. eva hampir sampai. kupercepat
kocokanku tubuhku ikutan
bergetar hebat. terasa maniku mengaliri
******ku, sebentar lagi aku
akan meledak. rasa nikmat
menjalar dari
batang ******ku kepaha
sampai ujung jariku, mengalir kesekujur tubuhku. inilah rasa
yg
sampai skrg tidak bisa
dijelaskan dan tak bernama.
geli, nikmat, ingin menangis,
lemas bercampur aduk. kemudian aku tak bisa
bergerak, tubuhku kejang
otakku berhenti bekerja. eva melenguh panjang,
“EEENNNNGGGGHHHHHH………… … ..” akupun menyusulnya,
“EENNNGGGHHHHHHHHH…… .. …” kami orgasme bersama. kami berpelukan. aku tetap
menindihnya tak ingin mencabut
senjataku dari liangnya.
kuseka keringat di wajahnya,
wajahnya tersenyum manis
memencarkan kenikmatan yg tiada tara. “terima kasih sayang”,Kau wanita yang hebat” “kau membawaku kesurga”, kukecup keningnya “mas aku cinta kau..jangan tinggalkan aku”suaranya lemah setelah kejadian malam itu, aku
menunggu utk menidurinya lagi

11 komentar:

  1. Balasan