7.30.2010

bercinta dengan sikembar_2

Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh pintu samping yang terbuka. Seketika itu mereka segera melepaskan dekapan dan membereskan diri. Adi segera meraih kain sarungnya demikian juga dengan Dea segera menutupi tubuhnya dengan kain kebayanya. Dari pintu tengah muncul perempuan muda, mirip dengan Dea. Wajahnya memerah dengan senyum yang bergairah. Rupanya perempuan ini yang mengintip perbuatan keduanya dan tak dapat menahan hasrat atas apa yang disaksikan, hingga menerobos masuk untuk nimbrung. “ Maaf ya De, Iis tidak tahan ngeliatnya ” katanya sambil mendekati keduanya. “Eh Iis, ada apa ?” tanya Dea gugup sambil terus merapikan pakaiannya. “Ah kamu, jangan malu-malu. Iis sudah lihat dari tadi ” katanya lagi Adi bengong melihat semuanya. Seorang perempuan, sangat mirip Dea, berada dihadapannya. “Eh De, punya pacar tidak bilang-bilang. Siapa ini ?” tanya perempuan yang dipanggil Iis sambil melirik Adi dan tersenyum menggoda. “Ini Den Adi, keponakannya teteh Karta” jawab Dea ” Jangan bilang kang Sudin ya” “Oh, pantes ganteng, ngga heran Dede kepincut ” kata Iis menggoda “Maaf ya den, ini Iis saudara kembar saya saya” kata Dea menerangkan. “ Ya ya…” ucap Adi baru mengerti, pantas mirip. “Maaf ya den, bikin kaget. Habis permainan aden dan Dede seru sekali, saya jadi ngga tahan” kata Iis tanpa malu-malu. “ Eh…ngga apa-apa ” jawab Adi gugup. Dea segera menarik Iis ke kamar dan berbicara serius. Tak lama Dea keluar dengan wajah memerah dan mendekati Adi. “Maaf ya den, Iis kepingin juga main dengan Aden” kata Dea sambil menunduk. “Hah ” Adi sedikit kaget ” suaminya dimana ?” “Iis janda ” jawab Dea “Oh begitu ” kata Adi ragu. Berarti dia harus melayani dua perempuan sekaligus, kembar lagi,pikirnya. “Kamu sendiri bagaimana, keberatan tidak ?” tanya Adi “Itu sih terserah Aden” kata Dea “Boleh deh, tapi kamu ikut juga ” kata Adi “Maksud aden ?” tanya Dea tak mengerti “Iya kita main bertiga” kata Adi lagi “Bertiga, bagaimana caranya” tanya Dea lagi “Gampang De, bisa diatur ” celetuk Iis yang menguping pembicaraan mereka. “Ayo den ” ajak Iis tak sabar dan tanpa malu- malu segera membuka pakaiannya. Tidak berbeda dengan Dea, Iis juga berkulit putih bersih. Hanya tubuhnya sedikit lebih tinggi. Tapi wajahnya memang mirip Dea, bak pinang dibelah dua. Dan ketika Iis telah telanjang bulat, maka sama seksinya dengan Dea. Buah dadanya padat berisi dengan puting susu yang kecoklatan, pinggangnya ramping, pinggulnya montok dengan bulu-bulu jembut di pangkal pahanya hitam lebat dan keriting. Adi menelan ludah, tidak terbayangkan sebelumnya harus bercinta dengan dua perempuan kembar sekaligus. Iis ternyata lebih agresif dari Dea. Didekatinya Adi dan langsung mengulum bibir pemuda itu dengan bernafsu membuat Adi sedikit gelagapan dan mencoba mengimbangi. Maka keduanya terlibat dalam cumbuaan yang bergelora disaksikan Dea yang masih tertegun. Pengalaman hari ini benar-benar luar biasa bagi Dea. Pertama kali ia tidur dengan lelaki lain yang bukan suaminya dan mendapatkan kenikmatan yang menggetarkan. Sekarang ia menyaksikan saudara kembarnya sedang bergelut mesra dengan Adi. Baru pertama itu dia menyaksikan perempuan dan lelaki bercinta, di depan matanya pula. Tanpa sadar ia menyimak semua perbuatan mereka dengan gairah yang perlahan bangkit. Iis memang lebih punya pengalaman dengan lelaki. Ia telah kawin cerai dua kali. Sedangkan tidur atau selingkuh dengan lelaki lain entah sudah berapa banyak. Karena itu Iis lebih aktif dan tahu bagaimana mencumbui lelaki dan memberikan rangsangan bagi pasangannya dan dirinya. Kini mulutnya mulai merambahi dada Adi yang telah terlentang pasrah, sementara tangannya telah meremasi batang kontol besar yang telah tegang itu. Jilatan lidahnya didada Adi memberikan rangsangan yang nikmat bagi pemuda itu. apalagi ketika mulutnya semakin turun kebawah , ke perutnya terus ke pangkal pahanya. Adi merem-melek keenakan ketika batang kontolnya mulai dijilati mulut Iis dengan penuh nafsu. Kuluman dan jilatan mulut Iis memang jauh lebih pintar dari Dea yang masih amatiran. Apalagi ketika Iis mengajak Dea untuk ikut nimbrung menjilati batang kontol yang semakin tegang mengeras itu. Dengan patuh Dea, yang juga telah dilanda nafsu, mengikuti ajakan Iis. Maka batang kontol itu kini dikerubuti oleh jilatan dan kuluman mulut dua perempuan kembar. Iis seperti mengajari Dea bagaimana caranya memperlakukan kemaluan lelaki. Karena sehabis ia melakukan gerakan tertentu dengan mulutnya, disuruhnya Dea melakukan hal yang sama. Sehingga batang kontol Adi secara bergantian dikulum, dijilat dan dihisap oleh mulut kedua perempuan kembar itu. Adi benar- benar merasakan kenikmatan diperlakukan seperti itu, tubuhnya bergetar menahan rangsangan yang sedang melandanya. Sementara itu Adi juga tidak tinggal diam. Kedua tangannya juga mulai merambahi pinggul kedua perempuan itu yang menungging. Tangannya merambahi belahan kemaluan si kembar yang juga telah merekah. Dengan jemarinya dirabai bibir kemaluan diantara lembah berbulu lebat itu. Jari tengahnya disusupkan kedalam lubang memek yang basah setelah sebelumnya mengelitiki kelentit yang membuat kedua perempuan itu mengelinjang geli. “Ayo den terus, enak ah!” desis Iis keenakan. Ketiganya terus saling merangsangi pasangannya hingga akhirnya Iis menghentikan kulumannya dan bangkit. Rupanya ia telah sangat bernafsu untuk menuntaskan birahinya. Langsung saja diatur posisinya sambil berjongkok mengangkangi batang kontol yang tegang dan masih dipegang Dea. “Ayo De arahkan” pintanya Diturunkan pinggulnya dan Dea dengan patuh mengarahkan batang kontol Adi yang dipegangnya ke lubang memek Iis yang merekah basah. Iis segera menekan pinggulnya ketika kepala kontol itu telah tepat didepan lubang memeknya, sehingga dengan lancar batang kontol itu terhujam masuk ke dalam lubang kenikmatannya. “Duh bapa !” desisnya merasakan nikmat ketika batang kontol yang besar dan keras itu mengelorosor masuk kedalam lubang memeknya yang telah gatal- gatal nikmat. Adi juga merasakan kenikmatan yang sama dan semakin nikmat ketika Iis mulai mengerakkan pinggulnya turun naik dengan berirama. Adi mulai bisa merasakan bahwa goyangan Iis memang lebih pintar tapi lubang memek Iis terasa lebih longgar dibandingkan punya Dea. Mungkin karena Iis telah tidur dengan banyak lelaki sehingga lubangnya terasa lebih besar. Tidak demikian dengan Iis hujaman batang kontol Adi dirasakan cukup besar dan keras sehingga mendatangkan kenikmatan yang sangat. Tubuh Iis menghentak-hentak bagaikan penunggang kuda liar. Ditariknya Dea yang bengong agar menempatkan selangkangannya diatas mulut Adi untuk dijilati. Maka kembali ketiganya terlibat dalam pertandingan yang seru dan nikmat. Adi sambil celantang menikmati batang kontolnya yang keluar masuk memek Iis sambil mulutnya mulai menjilati lubang memek Dea yang setengah berjongkok dengan kedua paha yang mengangkang. Sementara mulut Dea ikut pula melumati puting buah dada Iis yang sudah berdiri tegak dengan sombongnya karena birahi yang amat sangat yang melandanya. Hujaman kontol Adi di lubang memeknya dirasakan sangat nikmat oleh Iis, entah karena sudah cukup lama tidak melakukan persetubuhan atau memang karena kontol itu panjang dan besar. Sehingga makin lama gerakan dan goyangan pinggul Iis makin menggila karena dirasakan puncak syahwatnya semakin dekat. Akhirnya dengan gerakan yang menghentak ditekannya pinggulnya kebawah sehingga batang kontol itu menghujam sedalam-dalamnya kedalam lubang memeknya. “Duhh…!….ahhhh!” pekiknya panjang ketika dirasakan sesuatu berdesir didalam lubang memeknya dan mendatangkan kenikmatan yang luar biasa. Tubuhnya terasa lunglai dan ambruk mendekap tubuh Dea yang masih menjilati buah dadanya. “Aduh De enaknya..” desisnya. “Sudah keluar Is?” tanya Dea yang dijawab Iis dengan anggukkan. “”Ayo atuh gantian, Dede juga sudah mau lagi” kata Dea tidak malu-malu lagi. Iis sebenarnya masih mau melanjutkan gerakannya karena dirasakan batang kontol Adi yang masih terhujam di lubang memeknya masih terasa mengacung. “Silakan” kata Iis sambil bangkit dan terlepaslah pertautan kemaluan mereka. Memang batang kontol Adi masih keras mengacung. Rupanya kondisi Adi masih fit biarpun telah bertempur dengan dua perempuan. Kini ia ingin cari posisi lain, disuruhnya Dea menungging dan disodok dari belakang. Pinggul Dea yang putih mulus dan montok mendongak keatas dengan belahan jembutnya yang berbulu lebat mengintip diantara pangkal pahanya. Adi menelan ludah melihat pemandangan itu. Sambil mengelus- elus batang kontolnya didekati pinggul perempuan itu yang sudah menunggu. Diarahkan batang kontolnya kebelahan yang terjepit diantara paha yang juga putih mulus. Dengan dorongan lembut dimasukan batang kontolnya kedalam lubang memek itu. terasa sempit karena dengan posisi itu lubang memek itu terjepit kedua paha. “Ah….!” Desis Dea ketika dirasakan batang kontol yang besar dan tegang menyelusup kedalam lubang memeknya. Dengan memegang pinggul gadis itu perlahan digerakkan pinggulnya sehingga batang kontolnya mundur maju didalam lubang memek yang masih terasa sempit itu. Dea menggigit bibirnya merasakan nikmat demikian juga dengan Adi, gesekan batang kontolnya didalam lubang memek itu mendatang sensasi yang luar biasa. Adi mengerakkan pinggulnya semakin cepat dan berirama. Tubuh Dea ikut terguncang- guncang mengikuti gerakan itu. “ Ah …Den, terussss Den” desis Dea semakin bernafsu. Sementara itu Iis juga mulai bernafsu lagi menyaksikan adegan yang tengah berlangsung, dengan perlahan ditempatkan tubuhnya dibawah tubuh Dea dengan kepalanya berada diantara paha Dea sedangkan pangkal pahanya yang mengangkang dibawah muka Dea untuk dijilati. Tangan Iis merabai selangkangan Adi dan mengusap-usap biji pelernya serta merabai bibir kemaluan Dea yang sedang dihujami batang kontol Adi. Sementara Dea telah pula menjilati selangkangan Iis terutama bibir memeknya yang ditutupi rimbunan bulu-bulu jembut keriting. Kembali ketiganya bertarung mancari kenikmatan. Adi berpikir berarti sehabis Dea, dia harus melayani Iis yang sudah mulai birahi lagi. Gila, pikirnya. Tapi ia yakin sanggup mengatasinya. Memang semangat mudanya membuatnya semakin penuh keyakinan untuk melakukannya. Maka goyangannya semakin cepat saja. Dan Dea juga merasakan semakin nikmat, apalagi kelentitnya yang dirabai Iis membuatnya semakin naik birahi. Hingga akhirnya sesuatu mendesir didalam kemaluannya. “ Ah……uhh….ahhh!” pekiknya kesetanan merasakan orgasme yang kesekian kali di pagi ini. Adi tahu Dea sudah klimaks tapi dirinya belum merasakan. “Gantian De, memekku sudah gatel lagi” pinta Iis. Dea faham dan Adi mencabut batang kontolnya. “Ayo Den, tuntaskan ” pinta Iis masih terbaring dengan kedua kaki mengangkang. Adi segera mengatur posisi diatasnya dan langsung menghujamkan batang kontolnya ke lubang memek Iis yang telah menganga. “Ahh ..!” desisinya sambil mendekap tubuh Adi erat. Kembali keduanya berpacu menggapai nikmat masing-masing. Adi dengan hentakan-hentakan keras mengerakkan pinggulnya maju mundur menghujamankan batang kontolnya ke dalam liang memek Iis. “ Ayo den, tancap terus.” Desah Iis menikmati hujaman Adi yang secara perlahan merasakan bahwa batang kontolnya semakin keras dan sensitif. Demikian juga dengan Iis, lubang memeknya semakin licin dan nikmat. Nampaknya keduanya akan segera mencapai puncak persenggamaan. Mereka berpacu semakin binal dan liar. Keduanya ingin menuntaskan permainan dengan kenikmatan yang setinggi- tingginya. Hingga akhirnya Iis mendekap keras tubuh Adi sambil melenguh kenikmatan dan bersamaan dengan itu Adi juga mengerang. “….!…..!….!” “Ahhhh…. ahhh!” desis Adi “Duh bapa, enak sekali” desis Iis hampir bersamaan. Tubuh keduanya meregang tapi berdekapan erat. Keringat bercucuran dan bersatu. Tuntas sudah pertempuran segitiga di pagi itu.

3 komentar: